skip to Main Content

Pernyataan Solidaritas

4 Juni, 2020

Melihat kondisi di AS saat ini, dimana hak asasi, demokrasi, serta kesetaraan yang dijunjung tinggi tentu sangat memalukan sekali disaat Dunia serba terbuka ada kejadian tragis tentang RASIS yang sangat terkutuk ini.

Saya Director Çudamani sangat merasa sedih serta mengutuk kejadian RASIS tersebut yang telah menghilangkan nyawa saudara kita. Dalam dunia seni yang saya geluti, dimana perbedaan-perbedaan sangat diperlukan dalam mewujudkan keindahan, dimana rasa sangat diutamakan dalam penyatuan serta membentuk “keluarga”/community tanpa ada secuilpun melihat perbedaan fisik, serta latar belakang yang sejauh kita masih merasa saudara.

Dalam dunia seni saya, rasa cinta kasih, rasa kerjasama, rasa saling menghargai, rasa persaudaraan serta kekeluargaan menjadi persyaratan mutlak dalam beraktivitas untuk mendapatkan kesenangan bersama sebagai pelaku dan penikmat/penonton. Kejadian rasis ini, adalah PENGHINAAN kepada seluruh umat manusia, alam serta kepercayaan yang memang secara secara fisik kita berbeda namun dalam kehidupan kita adalah sama.

“BHINEKA TUNGGAL IKA, TAN HANA DHARMA MANGRUWE”

(Berbeda-beda namun satu, tiada kebenaran yang ke dua).

Bagaimanapun pembenaran itu disampaikan, jika tidak bisa mengayomi umat manusia, alam serta kepercayaan, PEMBENARAN itu adalah TIDAK BENAR.

Mari kita saling rangkul

Mari kita saling mencintai

Mari kita saling menjaga

Mari kita saling melindungi

Mari kita GOTONG ROYONG/SUKA-DUKA.

 

Dunia ini memerlukan rasa kasih sayang, bukan kekejaman atas dasar apapun.

Tinggalkan mereka yang rasis.

Tinggalkan mereka yang berjiwa kerdil dan ego.

grey and gold fist

Selamat jalan dan jangan kembali lagi untuk yang menggunakan kebijakan sebagai manusia super power.

AS adalah Negara Super Power yang tidak punya Power untuk menghilangkan para pemuja rasis. Semoga masyarakat AS khususnya dan semua umat manusia di Dunia, selalu dalam pelukan kasih dalam menjaga persaudaraan dan kekeluargaan.

 

Dewa Berata

Director Sanggar Seni Çudamani.

Back To Top